Sabtu, 13 Des 2025
Nasional

CV. Fajar Citra Proyek Bronjong Desa Klatakan Gunakan Material Batu Paras Tidak Berkualitas

(Foto::CV. Fajar Citra Proyek Bronjong Desa Klatakan Gunakan Material Batu Paras Tidak Berkualitas. Red)
 
Situbondo | Cyberjurnalis.com – Diberitakan sebelumnya di pekerjaan proyek avor tidak bertuan tanpa papan informasi di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo melalui Dinas PU Sumber Daya Alam (SDA) Propinsi Jawa Timur tuai sorotan.
 
Diketahui Proyek Pemasangan Bronjong di Desa Klatakan ini diketahui dikerjakan oleh CV. Fajar Citra dinilai kurang transparan. Sebab papan informasi pembangunan sebagai bentuk ketransparanan terhadap publik tidak tertera dilokasi proyek, sejak awal pekerjaan dilaksanakan. Sabtu, (30/05/2025).
 
Menurut Amanah Undang-Undang proyek pemasangan bronjong ini abaikan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan informasi proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
 
Pantauan Tim Investigasi LSM Koreksi yang dikomandoi oleh Aka sebagai Ketua menemukan beberapa kejanggalan, “Parahnya proyek pemasangan bronjong ini menggunakan materialan batu yang diduga illegal. Materialan tersebut berasal diduga dari 2 lokasi yakni di Kecamatan Suboh dan Kecamatan Kendit”, cetusnya.
 
“Serta batu yang dipakai tidak sesuai spesifikasi yakni batu padas atau paras. Yang mana Sungai Avor di Desa Klatakan ini setiap musim penghujan jebol akibat luapan air dan menghancurkan plengsengan yang sudah dibuat sebelumnya”, sambung Aka.
 
Lanjutnya, “Sehingga materialan batu yang kurang berkualitas ini diduga mengurangi volume dan menjadi bancakan ratusan juta, miris sekali”.
 
Sementara itu, ketika pihak konsultan saat dikonfirmasi oleh awak media yakni perwakilan pelaksana CV. Fajar Citra dengan menanyakan kantor sementara atau direksi keet tidak sesuai ekspektasi. 
 
Karena kantor yang dipakai dengan menyewa rumah warga yang lokasinya jauh dari proyek tersebut dan hanya dibuat untuk menaruh perlengkapan alat-alat proyek. Dan tidak seperti kantor sementara proyek yang seharusnya dapat berfungsi sebagai pusat administrasi untuk informasi. Sehingga perannya dalam menjaga keamanan proyek, direksi keet memberikan kontribusi yang tidak dapat diremehkan terhadap kesuksesan sebuah proyek konstruksi. 
 
“Untuk papan informasi memang masih menunggu atensi dari Dinas PU Propinsi Jawa Timur dan untuk hal teknis lainnya kami tidak tahu mas”, ujar yang mengaku Pembantu Pelaksana saat di konfirmasi oleh awak media.
 
Memang tidak banyak yang dapat digali informasi dari pelaksana proyek, dikarenakan pelaksananya tidak berada dilokasi proyek hingga berita ini diterbitkan. 
 
“Dari hal tersebut, maka dari kelembagaan kami akan meneruskan ke dinas terkait dan juga APH bilamana ditemukan adanya kerugian keuangan negara. Juga beberapa tambang yang tidak berijin akan dilakukan pelaporan”, tegasnya. (Tim/Red)


Baca Juga