Situbondo | Cyberjurnalis.com – Infrastruktur khususnya Kabupaten Situbondo sudah mulai dikebut. Kali ini Proyek hotmix di ruas jalan G. Arjuno – Panji Kidul selesai dikerjakan pada hari Selasa, (11/11/2025) oleh CV. Zudankia Jaya dengan volume 461 meter yang dianggarkan melalui APBD Tahun Anggaran Tahun 2025 Rp. 369,630.319,82 menuai sorotan tajam dari DPC LSM Koreksi.
Ketua DPC LSM Koreksi, Munihwar mengatakan bahwa, “Saya mendukung proyek infrastruktur yang sudah mulai dikebut habis-habisan oleh Pemkab Situbondo. Dan saya juga mendukung pernyataan Bupati Situbondo Mas Rio agar proyek ini mari kita awasi bersama agar berkualitas dan awet”. Selasa, (11/11/2025).
“Dan ini salah satunya bentuk kontrol sosial agar pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor tidak sesukanya dan tidak sesuai spek yakni kalau ketebalan aspal harusnya 5 cm saat gembur. Atau menghitung volume tonase aspal yang digunakan”, ungkapnya.
Tim Investigasi kami saat turun dilapangan ditemukan kejanggalan tidak adanya pengawas dari dinas dan konsultan yang seharusnya ada di lokasi saat pekerjaan hotmix dilaksanakan. Dan ini adalah bentuk keledoran bahwa indikasi kecurangan untuk meraup untuk bagi kontraktor nakal akan terjadi.
Hasil pantauan sa’at dilokasi di duga ketebalan tidak sampai 2 cm sesuai kategori ACWC saat padat, lintasan pemadatan yang diduga tidak sesuai dengan spektek dan itu ada 13 DT (DumpTruk) muat aspal. Yang jelas kalau secara rumus pengerjaannya sudah tidak sesuai Spesifikasi. Dan ini bentuk kerugiaan negara bagi kontraktor nakal, apalagi yang mengerjakan bukan dari pelaksananya sendiri atau di subkan.
Dari hasil investigasi di lapangan terhadap pengerjaan proyek ruas jalan G. Arjuno – Panji Kidul yang mana LSM Koreksi akan melaporkan temuannya ke Inspektorat Kabupaten Situbondo untuk dilakukan pemeriksaan atau audit. (Red/Bersambung)