Situbondo | Cyberjurnalis.com – Pelayanan kesehatan di PKM Puskesmas Kapongan Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo berjalan dengan baik, pelayanan dilakukan debgan sepenuh hati oleh para Nakes (tenaga kesehatan). Namun terkadang pelayanan masih saja dijauh kata sempurna, ada saja yang tidak puas. Namun hal ini berbanding terbalik karena dengan kepercayaan masyarakat PKM Puskesmas Kapongan dipadati oleh para pasien sehingga rawat inap memenuhi disetiap ruangannya. Minggu, (01/06/2025).
Tentunya ini menjadi tantangan baru bilamana alat kepuasaan tidam dapat memuaskan, tetapi masyarakat yang berobat di PKM Puskesmas Kapongan ini silih berganti. Pastinya mendapat pelayanan kesehatan yang sama tidak ada yang dibeda bedakan juga mendapatkan fasilitas yang ada seperti rawat inap juga ibu hamil yang hendak melahirkan mendapatkan layanan yang terbaik dari para petugas kesehatan disana.
Tetapi ada saja pasien yang belum puas, karena pada hakekatnya manusia bukan sebagai alat pemuas. Dan pasti ada kontroversi sehingga di isukan adanya penolakan pasien rawat inap di Puskemas Kapongan. Namun isu tersebut itu TIDAK BENAR dan petugas kesehatan melakukan PENOLAKAN untuk RAWAT INAP. Dikarenakan memang benar-benar RAWAT INAP penuh.
Pantauan Cyber Jurnalis saat dilokasi bahwa, kejadian yang dimaksud jauh dari tuduhan yang dimaksud serta jauh dari ekspektasinya. Layanan kesehatan berjalan dengan baik dan para Nakes pun melayani dengan sepenuh hati. Adapun fasilitas rawat inap di Puskesmas Kapongan ada 5 kamar dan 10 tempat tidur untuk pasien yang hendak rawat inap dan semuanya memang sudah terisi penuh.
Kejadian Sabtu, (31/05/2025) sore kemarin Pasien yang hendak memeriksakan dilayani dengan baik dan tidak ada penolakan atas pasien rawat inap. Hanya saja memang benar fasilitas rawat inap sedang penuh dan disarankan untuk rawat inap di RS (Rumah Sakit) yang tidak jauh dari Puskesmas Kapongan kalau memang pasien ingin rawat inap.
Hal itu diungkapkan oleh Rofiki, Perawat Puskesmas Kapongan saat dikonfirmasi oleh awak media menyampaikan bahwa, “Memang benar ada pasien kemarin sore pada hari Sabtu, (31/05/2025) yang kami layani, kami sudah layani dengan baik dan penanganan kesehatan sesuai SOP”.
“Setelah mendapatkan pelayanan kesehatan, pasien memang hendak ingin rawat inap. Namun untuk fasilitas di Puskemas Kapongan ini ada 5 kamar dan 10 tempat tidur untuk pasien yang hendak rawat inap dan semuanya memang sudah terisi penuh. Dan kami menyarankan agar mencari RS (Rumah Sakit. Red) terdekat kalau memang mau rawat inap. Dan kami tidak pernah melakukan penolakan terhadap pasien”, ungkapnya.
“Apalagi disini ada CCTV 24 jam, bisa dilihat kebenarannya kalau kami tidak melayani dengan baik dengan pasien dan melakukan penolakan, bisa dibuktikan kok”, tegasnya.
Ditempat yang sama, para Nakes menyampaikan kepada awak media, “Ya kami berharap isu-isu negatif atas penolakan terhadap pasien di Layanan Puskesmas Kapongan agar jangan terlalu dibuat-buat. Dan kebenarannya bisa di cek sendiri disini, kami akan selalu berikan pelayanan kesehatan yang terbaik buat masyarakat khususnya di Puskesmas Kapongan”, ujar para Nakes yang ada di ruangan IGD dengan kompak.
Sementara itu, Fajar gondrong selaku Ketua DPC LSM Penjara Indonesia, Kabupaten Situbondo mencari kebenarannya dan menyayangkan hal ini terjadi. Lantaran apa yang menjadi isu tersebut TIDAK BENAR dan lebih kepada memberikan BERITA BOHONG.
“Setelah mendapat informasi kalau UPT Puskemas Kapongan ada Penolakan Pasien Rawat Inap. Kami pun langsung ke lokaso untuk klarifikasi, apakah benar isu yang dimaksud”, katanya.
“Ayolah para aktivis atau masyarakat kalau menyampaikan kritikannya, cek dulu dilapangan baru bisa menyimpulkan. Kalau seperti kan bagaimana, apa yang disampaikan tidak sesuai atau lebih kepada memberikan ISU yang TIDAK BENAR atau HOAX. Katakanlah yang BENAR itu BENAR, jangan membuat ISU NEGATIF bahkan yang hanya dibuat-dibuat”, cetus Si Gondrong.
“Saya sudah menyaksikannya sendiri dan klarifikasi kepada pihak Puskesmas Kapongan. Bahwa yang terjadi tidak sesuai dan lebih kepada ISU NEGATIF. Contohnya saja foto yang beredar itu bukan di Puskesmas Kapongan. Saya sebagai Lembaga sedih melihat apa yang terjadi tidak sesuai Fakta”, sambungnya.
“Kami berharap para nakes tetaplah vekerja dengan sepenuh hati dan janganlah takut bila itu BENAR. Bahkan bila itu Tidak Benar, LAWAN”, pungkasnya. (Tim/Red)