Kebablasan! Setelah Curhat Lipstik Istri, Bupati Masrio Kini Salahkan LSM dan Wartawan Penghambat Investasi, Publik Geram!
cyberjur
26 Juli 2025
(Foto: Kebablasan! Setelah Curhat Lipstik Istri, Bupati Masrio Kini Salahkan LSM dan Wartawan Penghambat Investasi, Publik Geram!. Red).
Situbondo | Cyberjurnalis.com – Belum reda kehebohan atas curhatan kebutuhan “lipstik istri dan baju saya,” Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, atau yang akrab disapa Masrio, kembali menuai badai kritik di media sosial. Kali ini, sebuah video TikTok menampilkan Masrio yang secara terang-terangan menuding Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Media atau wartawan sebagai biang keladi penghambat investasi di Kabupaten Situbondo.
Pernyataan tersebut disampaikan Mas Rio dalam sebuah forum yang rekamannya kemudian beredar luas di platform TikTok. Dalam video itu, ia mengeluhkan sulitnya menarik investor ke Situbondo, dan tanpa tedeng aling-aling, menunjuk LSM dan wartawan sebagai pihak yang “terlalu banyak intervensi” atau “membuat gaduh” sehingga investor enggan menanamkan modalnya.
(Foto: Cuitan Bupati Mas Rio Tiktok Menuai Kritikan. Red)
“Kita ini mau investasi masuk, tapi LSM teriak, wartawan ini itu, akhirnya investor lari,” ujar Masrio, yang sontak memicu kegeraman di kalangan aktivis LSM dan jurnalis di Situbondo, bahkan hingga ke tingkat nasional.
Kritik pedas langsung membanjiri organisasi profesi pers yang mengecam keras pernyataan bupati tersebut. Mereka menilai Masrio tidak memahami peran vital LSM dan media sebagai pilar demokrasi yang bertugas mengawasi kebijakan publik, memastikan transparansi, dan menyuarakan kepentingan masyarakat.
“Pernyataan bupati ini sangat disayangkan dan menunjukkan ketidakpahaman beliau terhadap fungsi kontrol sosial,” ujar salah seorang pegiat LSM Fajar. “LSM dan wartawan justru berperan memastikan investasi berjalan sesuai koridor hukum, tidak merugikan rakyat, dan memperhatikan dampak lingkungan.”
Senada, perwakilan dari organisasi jurnalis di Situbondo juga menyayangkan tudingan tersebut. “Jurnalisme investigasi yang mengungkap potensi masalah justru adalah bentuk dukungan terhadap iklim investasi yang sehat dan bersih. Jika ada masalah, itu justru harus diperbaiki, bukan menyalahkan pihak yang mengungkap,” tegasnya.
Tudingan ini menambah panjang daftar kontroversi Masrio di jagat maya, setelah sebelumnya ia sempat membuat publik tergelak sekaligus bertanya-tanya dengan pengakuannya membutuhkan uang untuk kebutuhan pribadi yang terkesan remeh. Kali ini, lontaran kritik terhadap LSM dan wartawan dinilai lebih serius karena menyangkut kebebasan pers dan ruang gerak masyarakat sipil.
Publik menunggu klarifikasi dari Bupati Mas Rio terkait pernyataan terbarunya ini. Banyak yang berharap pemimpin daerah lebih bijak dalam menyampaikan pendapat, serta memahami peran dan fungsi setiap elemen masyarakat dalam pembangunan daerah. Mendesak Bupati Mas Rio untuk meminta maaf dan klarifikasi agar potensi stigma-stigma negatif yang mendistkreditkan LSM dan Media ini tidak seperti yang disampaikanya. (Red)